Jarlokaf pada Teknik Jaringan Akses (TJA)-Teknik Jaringan Akses adalah sebuah Jurusan yang berkompetensi dibidang jaringan, baik itu jaringan Akses Kabel (Tembaga, Coaxial, Fiber Optik) maupun Nirkabel (Radio, Gelombang Mikro). Dalam kenyataannya jurusan Teknik Jaringan Akses sangat diperlukan oleh berbagai instansi perusahaan telekomunikasi seperti Telkom, Indosat, dan lain-lain.
Pernahkah anda berpikir siapa yang membangun Infrastruktur jaringan telepon dan internet yang begitu rumit ini ? Mereka Bukanlah orang yang ahli dibidang IT, bukan ahli dibidang Program Jawabanya adalah mereka yang bekerja pada kompetensi dan ahli di bidang Jaringan Akses. Anda bisa membayangkan seandainya tidak ada para pekerja yang professional dan memiliki skill yang baik dibidang telekomunikasi ini, tentunya kita tidak akan bisa melakukan komunikasi dari komputer yang satu ke komputer yang lain, telepon yang satu ke telepon yang lain. Kini Jurusan teknik Jaringan Akses ada di beberapa sekolah, diantaranya SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, SMK Telkom Sandhy Putra Jakarta, SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto, dan lain-lain. Sedangkan lanjutan dari jurusan ini ada di Telkom University Bandung yaitu jurusan Teknik Telekomunikasi.
Jika membahas jaringan akses, ada yang namanya JARLOKAF. Apa itu Jarlokaf pada Teknik Jaringan Akses (TJA)? Jarlokaf pada Teknik Jaringan Akses (TJA) itu apa sih?
.jpg) |
| Teknologi Jaringan Lokal Akses Fiber (JARLOKAF) Teknik Jaringan Akses (TJA) |
Teknologi Jaringan Lokal Akses Fiber (JARLOKAF) Teknik Jaringan Akses (TJA) merupakan suatu teknologi penggunaan kabel serat optik sebagai media transmisi dalam sistem telekomunikasi. Salah satu jenisnya adalah jaringan Digital Loop Carrier (DLC), yaitu suatu sistem JARLOKAF dengan hubungan point to point tanpa melewati percabangan, hanya menggunakan komponen sambungan (splice) dan konektor. Teknologi ini memberikan keuntungan berupa peningkatan kemampuan banyak-nya/kapasitas satuan sambungan layanan.
Ada 2 jenis kabel fiber optik yang biasa digunakan yaitu Single Mode dan Multimode yang berfungsi sebagai penunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. kemudian , dari transmitter berlanjut ke receiner, yang berfungsi untuk mengubah pelsa elektronik ke cahaya dan senaliknya, dalam bentuk Light Emiting Diode ataupun laser .
Berdasarkan tempat peralihan sinyal optik (TKO = titik Konversi Optik ) menjadi sinyal elektrik di pelanggan maka dibedakan beberapa arsitektur Jarlokaf. Yaitu:
1. Fiber to the Zone ( FTTZ). TKO terletak di RK dan dari RK dihubungkan ke pelanggan dengan kawat tembaga melalui DP. Panjang kawat tembaga yang digunakan kepelanggan dalam orde km.
2. Fiber to curb ( FTTC ) TKO terletak di DP dan dari DP kepelanggan menggunakan kabel tembaga dalam orde ratusan meter.
3. Fiber to the Building ( FTTB ) TKO terletak di sebuah bangunan perkantoran yang besar dengan nomor telepon yang banyak dan bertindak sebagai RK. Sistem ini mirip dengan istilah CTL ( catuan langsung ). Dari FTTB ke pelanggan menggunakan kabel tembaga. Dalam konfigurasi ini tidak adalagi DP.
4. Fiber to the Home ( FTTH). TKO terletak di rumah – rumah pelanggan dan langsung dihubungkan kepesawat pelanggan dengan kabel dalam rumah. Ordenya sampai puluhan meter ( kalau dimensi rumah pelanggan juga puluhan meter )
Jaringan Fiber optik sebagai jaringan lokal, mempunyai konfigurasi yang sama dengan Jarlokat hanya istilahnya berbeda. Sebagai ganti MDP di sentral digunakan perangkat OAN ( optical Access Network ). Sebagai ganti RK digunakan perangkat PON (Passive Optical Network) atau AON ( active Optical Network). Dan terakhir sebagai ganti DP digunakan ONU ( optical Network Unit ). Dari ONU hubungan kepelanggan langsung terjadi dengan menggunakan kabel tembaga (saluran penanggal). Saluran ini dipakai karena jarak yang dekat antara ONU ke pelanggan